Pantun Pocut Baren
“Ie Kreung Woyla ceukoe likat,
Engkōt jilumpat jisangka ie tuba,
Seungab di ayub, seugenab dirambat,
Meurubōh Barat buka suara
“Air sungai Woyla keruh pekat,
Ikan melompat sangkanya air tuba,
Di luar ‘lah senyap, di bilik pun senyap,
Menghilang barat (=menjadi malam) dan kini dapatlah kita berkata-kata
Bukon Sayang itōk di kapai,
Jitimoh bulee ka sion sapeue,
Bukon sayang bilék ku tinggai,
Tempat ku tidō siang dan malam.”
Sungguh sayang itik di kapal,
Aneka ragam warna bulunya,
Sungguh sayang kutinggalkan bilikku,
Tempat tidurku siang dan malam.”
Sumber : H.C ZENTGRAAFF, “Aceh”, Beuna, Cetakan ke-1, Jakarta, 1983
Masukan ini dipos pada Januari 26, 2008 7:07 am dan disimpan pada Aceh, Pantun, Pocut Barén . Anda dapat mengikuti semua aliran respons RSS 2.0 dari masukan ini Baik komentar maupun ping saat ini ditutup.