Arsip untuk Aceh kategori

Seluk-beluk Tari Saman

Posted in Aceh, Ensiklopedi, Saman, Sejarah, Tari dengan kaitan (tags) , , , on Januari 30, 2008 by pusaka2aceh

Bagi para penikmat seni tari, Saman menjadi salah satu primadona dalam pertunjukan. Dalam setiap penampilannya, selain menyedot perhatian yang besar juga menyedot para penikmat seni tari. Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak badan, kepala dan posisi badan. Keunikan lainnya terlihat dari posisi duduk para penari dan goyangan badan yang dihentakkan ke kiri atau ke kanan, ketika syair-syair dilagukan.

Tari ini biasanya dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini dimainkan pula oleh kaum perempuan atau campuran antara laki-laki dan perempuan. Dan tentunya dengan modifikasi gerak lainnya. Saya kadang bertanya bagaimana orang sebanyak itu bisa dengan serentak memainkan tarian yang memiliki kecepatan tinggi? Selain latihan tentunya, pasti ada formasi tertentu dalam meletakkan tiap-tiap penari itu sehingga kerapatan dan keseimbangan tarian terlihat harmonis dan dinamis.

Hampir semua tarian Aceh dilakukan beramai-ramai. Ini memerlukan kerjasama dan saling percaya antara syeikh (pemimpin dalam tarian) dengan para penarinya. Namun apa saja unsur yang membuat tarian ini menjadi begitu indah dalam gerak, irama dan kekompakan tidak banyak kita mengetahuinya.

Baca selebihnya »

Syair Tari Saman

Posted in Aceh, Saman, Syair on Januari 30, 2008 by pusaka2aceh

Tidak banyak saya jumpai teks yang memuat syair tari saman. Itu dikarenakan lagu-lagu yang dipakai pada tari saman tidak bersifat tetap (kecuali rengum). Dimana syair maupun iramanya berubah-ubah menurut tempat, waktu dan situasi pertunjukan. Sehingga tidak ada syair yang baku untuk tari saman.

Samanpun terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tempat asalnya :

Saman Gayo di Aceh Tenggara dan Tengah
Saman Lokop di Aceh Timur
Saman Aceh Barat di Aceh Barat

Baca selebihnya »

Kekuatan Magis dalam Gerak Tarian Aceh; Saman

Posted in Aceh, Saman, Tari dengan kaitan (tags) , , on Januari 30, 2008 by pusaka2aceh
saman_magic-dance.jpgZaman sekarang bisa dikatakan tidak ada orang yang tidak mengenal tari Saman. Hampir semua orang mengenalnya baik yang berada didalam maupun di luar negeri. Dalam setiap penampilannya tari Saman sungguh memukau. Dari awal hingga akhir pertunjukan tarian ini selalu menghadirkan suasana magis baik bagi penari maupun penontonnya.

Saya akan coba membawa anda semua masuk kedalam babak demi babak dalam tari saman. Pada awal pertunjukan tarian saman di mulai dengan persalaman. Persalaman ini terdiri dari rengum dan salam. Rengum adalah suara bergumam dari seluruh penari. Walau tak terdengar jelas tetapi sebenarnya mereka memuji dan membesarkan nama Allah SWT dengan lafaz;

Hmm laila la ho
Hmm laila la ho
Hmm tiada Tuhan selain Allah
Hmm tiada Tuhan selain Allah

Baca selebihnya »

Pesan Perlawanan Dalam Tarian Aceh; Rapai Geleng

Posted in Aceh, Tari, rapai on Januari 29, 2008 by pusaka2aceh
Tahu tari Saman? Tari Seudati? Iya benar. Itu adalah tarian khas Aceh yang sudah sangat terkenal di nusantara bahkan di dunia. Kali ini saya bukan sedang ingin membahas tentang Tari Saman atau Seudati yang sudah termasyur itu. Tapi saya ingin bercerita kepada semua tentang tari Rapai Geleng (adiknya tari Saman dan Seudati).
Tari Rapai Geleng adalah seni tari berupa gerakan badan dipadukan dengan suara dan gerakan tangan, kepala dan anggota tubuh lainnya, dibawakan oleh 12 orang penari laki-laki dan 1 orang syekh. Rapai hampir sama dengan beduk akan tetapi bentuknya kecil dan sanggup diangkat dengan sebelah tangan persis sama dengan rebana akan tetapi dia agak sedikit tebal dan suaranya sangat besar. Saya tidak membahas tentang bagaimana tarian itu dibawakan atau diperagakan, tetapi saya ingin membahas filosofi yang terdapat dalam tarian tersebut.
Seorang teman memberikan hasil penelitiannya kepada saya terhadap filosofi tarian ini. Dan atas izinnya saya membaginya untuk anda semua. Teman saya menyebutnya : Pesan Perlawanan dalam Tarian Aceh; Rapai Geleng

Rapai

Posted in Aceh, Alat Musik, Ensiklopedi on Januari 29, 2008 by pusaka2aceh

Rapai adalah sejenis instrument musik pukul (percussi) tradisional Aceh.

Jenis-jenis Rapai adalah :

- Rapai Pasee (rapai gantung)
- Rapai Daboih
- Rapai Geurimpheng (rapai macam)
- Rapai Pulot
- Rapai Anak/ tingkah (= ukuran kecil)

Perbedaan dari masing-masing jenis rapai in adalah dari segi besarnya dan suaranya. Bahan rapai dibuat dari kayu nangka, dalam bahasa daerahnya di sebut Baloh.

Untuk suara gemerincing (phring) apabila di palu/ dipukul pada balohnya di lengketkan atau di beri beberapa lempengan logam. Kulit yang dipakai pada rapai biasanya kambing, ada juga yang memakai kulit himbe (sebangsa kera). Apabila rapai itu besar (rapai pasee) dipergunakan kulit sapi.

Sumber : Ensiklopedi Musik dan Tari D.I. Aceh (lanjutan)
Departemen P dan K, Pusat Penelitian Sejarah Budaya
Proyek Penelitian Dan Pencatatan Kebudayaan Daerah

Cut Nyak Dhien; Sebuah Akhir di Tanah Sepi

Posted in Aceh, Cut Nyak Dhien, Sejarah, Tokoh on Januari 29, 2008 by pusaka2aceh

Tanggal 11 Desember 1906, Pangeran Aria Suriaatmaja, Bupati Sumedang waktu itu, kedatangan tiga orang tamu. Ketiganya merupakan tawanan titipan dari pemerintah Hindia Belanda. Seorang perempuan tua, renta, rabun serta menderita encok. Seorang lagi lelaki tegap berumur kurang lebih berumur 50 tahun dan remaja tanggung berusia 15 tahun. Walau tampak lelah mereka bertiga tetap kelihatan tabah. Pakaian lusuh yang dikenakan perempuan itu merupakan satu-satunya pakaian yang ia punya selain sebuah tasbih dan sebuah periuk nasi dari tanah liat.

Belakangan karena melihat perempuan tua itu sangat taat beragama, Pangeran Aria Suriaatmaja tidak menempatkannya di penjara. Melainkan memilih menempatkannya disalah satu rumah milik tokoh agama setempat. Kepada Pangeran Suriaatmaja, Belanda tak mengungkap siapa perempuan tua renta dan menderita encok itu. Bahkan sampai kematiannya, 08 November 1906 masyarakat Sumedang tak pernah tahu siapa sebenarnya perempuan tua itu.

Baca selebihnya »

Pejuang Wanita Aceh; Pocut Baren

Posted in Aceh, Pocut Barén, Sejarah, Tokoh on Januari 28, 2008 by pusaka2aceh

Pada tahun 1910, Belanda yang dipimpin langsung oleh Letnan Hoogers melakukan penyerbuan secara besar-besaran terhadap gua di Gunung Mancang yang disinyalir markas para pejuang Aceh. Pasukan Belanda ketika itu mengalami kesulitan melacak keberadaan gua ini. Hingga suatu saat, keberadaan gua tersebut diketahui. Usaha tentara Belanda untuk sampai di gua itu kandas di tengah jalan karena ketika sedang mendaki gunung, beratus-ratus batu digulingkan sehingga banyak tentara Belanda yang tewas. Akhirnya Belanda mendapat akal untuk mengalirkan 1200 kaleng minyak tanah ke arah gua lalu dibakar. Banyak jatuh korban karena penyerangan ini. Seorang wanita yang menjadi panglima dalam pertempuran itu ikut tertembak dibagian kakinya. Dan diapun tertangkap.

Baca selebihnya »