<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Segala Tentang Aceh Lon Sayang</title>
	<atom:link href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pusaka2aceh.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Mar 2011 07:23:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pusaka2aceh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Segala Tentang Aceh Lon Sayang</title>
		<link>http://pusaka2aceh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/osd.xml" title="Segala Tentang Aceh Lon Sayang" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pusaka2aceh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Seluk-beluk Tari Saman</title>
		<link>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/24/</link>
		<comments>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/24/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 13:44:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pusaka2aceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Ensiklopedi]]></category>
		<category><![CDATA[Saman]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/24/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi para penikmat seni tari, Saman menjadi salah satu primadona dalam pertunjukan. Dalam setiap penampilannya, selain menyedot perhatian yang besar juga menyedot para penikmat seni tari. Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak badan, kepala dan posisi badan. Keunikan lainnya terlihat dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=24&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Bagi para penikmat seni tari, Saman menjadi salah satu primadona dalam pertunjukan.  Dalam setiap penampilannya, selain menyedot perhatian yang besar juga menyedot  para penikmat seni tari. Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak badan, kepala dan posisi badan. Keunikan lainnya terlihat dari posisi duduk para penari dan goyangan badan yang dihentakkan ke kiri atau ke kanan, ketika syair-syair dilagukan.</p>
<p align="justify">Tari ini biasanya dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini dimainkan pula oleh kaum perempuan atau campuran antara laki-laki dan perempuan. Dan tentunya dengan modifikasi gerak lainnya. Saya kadang bertanya bagaimana orang sebanyak itu bisa dengan serentak memainkan tarian yang memiliki kecepatan tinggi? Selain latihan tentunya, pasti ada formasi tertentu dalam meletakkan tiap-tiap penari itu sehingga kerapatan dan keseimbangan tarian terlihat harmonis dan dinamis.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Hampir semua tarian Aceh dilakukan beramai-ramai. Ini memerlukan kerjasama dan saling percaya antara syeikh (pemimpin dalam tarian) dengan para penarinya. Namun apa saja unsur yang membuat tarian ini menjadi begitu indah dalam gerak, irama dan kekompakan tidak banyak kita mengetahuinya.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><span id="more-24"></span>Sekarang mari kita mulai mengupas unsur pendukung dalam tari saman ini. Mungkin saat kita mengetahui segala aspek yang terdapat dalam tarian ini, kita dapat lebih memahami. Dan mendapatkan tidak hanya keindahan namun juga makna filosofi dari posisi, gerak, syair yang terlantun saat pertunjukan Saman di gelar.</p>
<p align="justify">Dalam penampilan yang biasa saja (bukan pertandingan) dimana adanya keterbatasan waktu, Saman bisa saja dimainkan oleh 10 &#8211; 12 penari, akan tetapi keutuhan Saman setidaknya didukung 15 &#8211; 17 penari. Yang mempunyai fungsi sebagai berikut :</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><b><font color="#ffff99">1         </font><font color="#ffffff">2         3         4         5         6         7</font>         <font color="#3366ff">8</font><font color="#ff0000">    9        </font><font color="#3366ff">10       </font><font color="#ccffcc">     1</font><font color="#ffffff">1           12            13            14        15            16</font>           <font color="#ffff99">17</font></b></p>
<div align="justify">
<ul class="unIndentedList">
<li> Nomor <b><font color="#ff0000">9</font></b> disebut <b>Pengangkat</b><br />
Pengangkat adalah tokoh utama (sejenis syekh dalam seudati) titik sentral dalam Saman, yang menentukan gerak tari, level tari, syair-syair yang dikumandangkan maupun syair-syair sebagai balasan terhadap serangan lawan main (Saman Jalu / pertandingan)</li>
<li> Nomor <b><font color="#3366ff">8</font></b> dan <b><font color="#3366ff">10</font></b> disebut <b>Pengapit</b><br />
Pengapit adalah tokoh pembantu pengangkat baik gerak tari maupun nyanyian/ vokal</li>
<li> Nomor <font color="#ffffff"><b>2-7</b></font> dan <font color="#ffffff"><b>11-16</b></font> disebut <b>Penyepit</b><br />
Penyepit adalah penari biasa yang mendukung tari atau gerak tari yang diarahkan pengangkat. Selain sebagai penari juga berperan menyepit (menghimpit). Sehingga kerapatan antara penari terjaga, sehingga penari menyatu tanpa antara dalam posisi banjar/ bershaf (horizontal) untuk keutuhan dan keserempakan gerak.</li>
<li> Nomor<b> <font color="#ffff99">1 </font></b>dan <font color="#ffff99"><b>17</b> </font>disebut <b>Penupang</b><br />
Penupang adalah penari yang paling ujung kanan-kiri dari barisan penari yang duduk berbanjar. Penupang selain berperan sebagai bagian dari pendukung tari juga berperan menupang/ menahan keutuhan posisi tari agar tetap rapat dan lurus. Sehingga penupang disebut <i>penamat kerpe jejerun</i> (pemegang rumput jejerun). Seakan-akan bertahan memperkokoh kedudukan dengan memgang rumput jejerun (jejerun sejenis rumput yang akarnya kuat dan terhujam dalam, sukar di cabut.</li>
</ul>
</div>
<p align="justify">Tari saman ditarikan dalam posisi duduk. Termasuk dalam jenis kesenian <i>ratoh duk</i> (tari duduk).  Yang kelahirannya erat berkaitan dengan masuk dan berkembangnya agama islam. Dimana posisi penari duduk berlutut, berat badan tertekan kepada kedua telapak kaki. Pola ruang pada tari saman juga terbatas pada level, yakni ketinggian posisi badan. Dari posisi duduk berlutut berubah ke posisi diatas lutut (Gayo &#8211; <i>berlembuku</i>) yang merupakan level paling tinggi, sedang level yang paling rendah adalah apabila penari membungkuk badan kedepan sampai 45<sup>o </sup>(<i>tungkuk</i>) atau miring kebelakang sampai 60<sup>o</sup> (<i>langat</i>). Terkadang saat melakukan gerakan tersebut disertai gerakan miring ke kanan atau ke kiri yang disebut <i>singkeh</i>. Ada pula gerak badan dalam posisi duduk melenggang ke kanan-depan atau kiri-belakang (<i>lingang</i>).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Selain posisi duduk dan gerak badan, gerak tangan sangat dominan dalam tari saman. Karena dia berfungsi sebagai gerak sekaligus musik. Ada yang disebut <i>cerkop</i> yaitu kedua tangan berhimpit dan searah. Ada juga <i>cilok</i>, yaitu gerak ujung jari telunjuk seakan mengambil sesuatu benda ringan seperti garam. Dan <i>tepok</i> yang dilakukan dalam berbagai posisi (horizontal/ bolak-balik/ seperti baling-baling). Gerakan kepala seperti mengangguk dalam tempo lamban sampai cepat (<i>anguk</i>) dan kepala berputar seperti baling-baling (<i>girek)</i> juga merupakan ragam gerak saman. Kesenyawaan semua unsur inilah yang menambah keindahan dan keharmonisan dalam gerak tari saman.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Karena tari saman di mainkan tanpa alat musik, maka sebagai pengiringnya di gunakan tangan dan badan. Ada beberapa cara untuk mendapatkan bunyi-bunyian tersebut:</p>
<div align="justify">
<ol>
<li>Tepukan kedua      belah tangan. Ini biasanya bertempo sedang sampai cepat</li>
<li>Pukulan kedua      telapak tangan ke dada. Biasanya bertempo cepat</li>
<li>Tepukan      sebelah telapak tangan ke dada. Umunya bertempo sedang</li>
<li>Gesekan ibu      jari dengan jari tengah tangan <i>(kertip</i>).      Umunya bertempo sedang.</li>
</ol>
</div>
<p align="justify">Dan nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Dimana cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :</p>
<div align="justify">
<ol>
<li><i>Rengum</i>, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.</li>
<li><i>Dering</i>, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.</li>
<li><i>Rede</i>t, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh      seorang penari pada bagian tengah tari.</li>
<li><i>Syek</i>, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara      panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak</li>
<li><i>Saur</i>, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah      dinyanyikan oleh penari solo.</li>
</ol>
</div>
<p align="justify">Dalam setiap pertunjukan semuanya itu di sinergikan sehingga mengahasilkan suatu gerak tarian yang mengagumkan. Jadi kekuatan tari Saman tidak hanya terletak pada syairnya saja namun gerak yang kompak menjadi nilai lebih dalam tarian. Ini boleh terwujud dari kepatuhan para penarinya dalam memainkan perannya masing-masing.</p>
<div align="justify"></div>
<div align="justify"></div>
<p>Itulah sekelumit tentang fungsi formasi, jenis gerak, asal musik pengiring serta nyanyian dalam pertunjukan tari Saman. Semoga bermanfaat bagi anda dalam memahami tarian Saman.</p>
<blockquote><address><b>Sedikit Sejarah Tari Saman</b></address>
</blockquote>
<div align="justify">
<blockquote><address>Tari ini berasal dari  dataran tinggi tanah Gayo. Di ciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernama Syekh Saman. Pada mulanya tarian ini hanya merupakan permainan rakyat biasa yang disebut <b><i>Pok Ane</i></b>. Melihat minat yang besar masyarakat Aceh pada kesenian ini maka oleh Syekh disisipilah dengan syair-syair yang berisi Puji-pujian kepada Allah SWT. Sehingga Saman menjadi media dakwah saat itu. Dahulu latihan Saman dilakukan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau, saat itu bangunan aceh masih bangunan panggung). Sehingga mereka tidak akan ketinggalan untuk shalat berjamaah. </address>
<address> </address>
<address>Sejalan kondisi Aceh dalam peperangan maka syekh menambahkan syair-syair yang manambah semangat juang rakyat Aceh. Tari ini terus berkembang sesuai kebutuhannya. Sampai sekarang tari ini lebih sering di tampilkan dalam perayaan-perayaan keagamaan dan kenegaraan. Tarian ini pada awalnya kurang mendapat perhatian karena keterbatasan komunikasi dan informasi dari dunia luar. Tari ini mulai mengguncang panggung saat penampilannya pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) II dan peresmian pembukaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Gemuruh Saman di TMII menggemparkan tidak hanya nusantara namun sampai ke manca negara. Saya sebagai anak negeri ini berharap semoga tari Saman bisa terus menggema. </address>
</blockquote>
</div>
<p align="justify">Baca juga :<br />
<a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/kekuatan-magis-dalam-gerak-tarian-aceh-tari-saman/" target="_blank">Kekuatan magis Dalam Gerak Tarian Aceh; Saman</a><br />
<a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/syair-tari-saman/" target="_blank">Syair Tari Saman</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pusaka2aceh.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pusaka2aceh.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pusaka2aceh.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pusaka2aceh.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pusaka2aceh.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pusaka2aceh.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pusaka2aceh.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pusaka2aceh.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pusaka2aceh.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pusaka2aceh.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pusaka2aceh.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pusaka2aceh.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pusaka2aceh.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pusaka2aceh.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pusaka2aceh.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pusaka2aceh.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=24&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/24/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/560ece3227207bcf5417056bc1f349ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pusaka2aceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syair Tari Saman</title>
		<link>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/syair-tari-saman/</link>
		<comments>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/syair-tari-saman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 11:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pusaka2aceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Saman]]></category>
		<category><![CDATA[Syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pusaka2aceh.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak saya jumpai teks yang memuat syair tari saman. Itu dikarenakan lagu-lagu yang dipakai pada tari saman tidak bersifat tetap (kecuali rengum). Dimana syair maupun iramanya berubah-ubah menurut tempat, waktu dan situasi pertunjukan. Sehingga tidak ada syair yang baku untuk tari saman. Samanpun terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tempat asalnya : Saman Gayo di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=23&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Tidak banyak saya jumpai teks yang memuat syair tari saman. Itu dikarenakan<i> lagu-lagu</i> yang dipakai pada tari saman tidak bersifat tetap (kecuali <i>rengum</i>). Dimana syair maupun iramanya berubah-ubah menurut tempat, waktu dan situasi pertunjukan. Sehingga tidak ada syair yang baku untuk tari saman.</p>
<p align="justify">Samanpun terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tempat asalnya :</p>
<blockquote><address>Saman Gayo di Aceh Tenggara dan Tengah </address>
<address>Saman Lokop di Aceh Timur </address>
<address>Saman Aceh Barat di Aceh Barat</address>
</blockquote>
<p align="justify"><span id="more-23"></span>Tema Syair pada tarian saman pada mula pertamanya adalah tentang dakwah atau ajaran agama. Pada perkembangan selanjutnya tema tersebut bertambah dengan tema-tema lainnya seperti tentang pertanian, pembangunan, adat istiadat, muda-mudi dan lain-lain.</p>
<p align="justify">Berikut adalah contoh syair-syair lagu pengiring tari Saman yang tema utamanya adalah <b><i>tentang muda-mudi</i></b> untuk masa pertunjukan selama kurang lebih 10 menit. Yang di susun berdasarkan urutan penyajian tari saman dan telah di terjemahkan kedalam bahasa indonesia.<b></b></p>
<p align="justify"><b>Persalaman</b></p>
<ol>
<li>
<address><b>Rengum/      Dering</b></address>
</li>
</ol>
<blockquote><address><i>Hmm laila la aho</i></address>
<address><i>Hmm laila la aho</i></address>
<address><i>Hoya-hoya, sarre e hala lem hahalla</i></address>
<address><i>Lahoya hele lem hehelle le enyan-enyan</i></address>
<address><i>Ho lam an laho</i></address>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><address>            <font color="#999999"><b>Aum/ Koor Aum</b></font></address>
<address> </address>
<address><font color="#999999">            Hmm tiada Tuhan selain Allah</font></address>
<address><font color="#999999">            Hmm tiada Tuhan selain Allah</font></address>
<address><font color="#999999">            Begitulah-begitulah semua kaum Bapak begitu pula kaum ibu</font></address>
<address><font color="#999999">            Nah itulah-itulah</font></address>
<address><font color="#999999">            Tiada Tuhan selain Allah</font></address>
</blockquote>
</blockquote>
<ol>
<li><b>Salam      Kupenonton</b></li>
</ol>
<blockquote><address><i>Salamualikum kupara penonton</i></address>
<address><i>Laila la aho</i></address>
<address><i>Simale munengon kami berseni</i></address>
<address><i>Lahoya, sarre e hala lem hahalla</i></address>
<address><i>Lahoya hele lem hehelle</i></address>
<address><i>Le enyan-enyan</i></address>
<address><i>Ho lam an laho</i></address>
<address><i>Salamni kami kadang gih meh kona</i></address>
<address><i>Laila la aho</i></address>
<address><i>Salam merdeka ibuh kin tutupe</i></address>
<address><i>Hiye sigenyan enyan e alah</i></address>
<address><i>Nyan e hailallah</i></address>
<address><i>Laila la aho, ala aho</i></address>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><address><font color="#999999"><b>Salam Kepada Penonton</b></font></address>
</blockquote>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><address><font color="#999999">Assalamualaikum ya para penonton</font></address>
<address><font color="#999999">Tiada Tuhan selain Allah</font></address>
<address><font color="#999999">Yang hendak melihat kami berseni</font></address>
<address><font color="#999999">Begitu pula semua kaum bapak</font></address>
<address><font color="#999999">Begitu pula kaum ibu</font></address>
<address><font color="#999999">Nah itulah-itulah</font></address>
<address><font color="#999999">Tiada Tuhan selain Allah</font></address>
<address><font color="#999999">Salam kami mungkin tidak semua kena</font></address>
<address><font color="#999999">Tiada tuhan selain allah</font></address>
<address><font color="#999999">Salam merdeka dijadikan penutupnya</font></address>
<address><font color="#999999">Ya itulah, itulah, aduh</font></address>
<address><font color="#999999">Itulah, kecuali Allah</font></address>
<address><font color="#999999">Tiada tuhan selain Allah, selain allah</font></address>
</blockquote>
</blockquote>
<p><b>Uluni Lagu/ Kepala lagu</b></p>
<ol>
<li><i><b>Asalni      Kededes</b></i></li>
</ol>
<blockquote><address><i>Asalni kededes kedie</i></address>
<address><i>Asalni kededes ari ulung kele keramil</i></address>
<address><i>Sentan ire rempil kedie</i></address>
<address><i>Sentan irerempil he kemenjadi jadi bola</i></address>
<address><i>Asalni kededes kedie</i></address>
<address><i>Asalni kededes ari ulung kele keramil</i></address>
<address><i>Sentan irerempil kedie</i></address>
<address><i>Sentan irerempil he kemenjadi jadi bola</i></address>
<address><i>Asalni kededes kedie</i></address>
<address><i>Asalani kededes ari ulung ke le keramil</i></address>
<address><i>Sentan irerempil kedie</i></address>
<address><i>Santan irerempil he menjadi jadi bola</i></address>
<address><i>Inget-inget bes yoh ku ine e</i></address>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><address><font color="#999999"><b>Asal Bola Daun Kelapa</b></font></address>
<address><font color="#999999">Asal bola daun kelapa kiranya</font></address>
<address><font color="#999999">Asal bola daun kelapa dari daun kelapa</font></address>
<address><font color="#999999">Begitu dijalin-jalin kiranya</font></address>
<address><font color="#999999">Begitu di jalin-jalin ia menjadi-jadi bola</font></address>
<address><font color="#999999">Asal bola daun kelapa kiranya</font></address>
<address><font color="#999999">Asal bola daun kelapa dari daun kelapa</font></address>
<address><font color="#999999">Begitu dijalin-jalin kiranya</font></address>
<address><font color="#999999">Begitu di jalin-jalin ia menjadi-jadi bola</font></address>
<address><font color="#999999">Asal bola daun kelapa kiranya</font></address>
<address><font color="#999999">Asal bola daun kelapa dari daun kelapa</font></address>
<address><font color="#999999">Begitu dijalin-jalin kiranya</font></address>
<address><font color="#999999">Begitu di jalin-jalin ia menjadi-jadi bola</font></address>
<address><font color="#999999">Ingat-ingat awas sayangku aduh ibu</font></address>
</blockquote>
</blockquote>
<ol>
<li><b>Salam      Ni Rempelis Mude</b></li>
</ol>
<blockquote><address><i>Oreno nge tewah ari beras beras padi</i></address>
<address><i>Ya hoya, oi manuk kedidi</i></address>
<address><i>He menjadi rem rempelis mude</i></address>
<address><i>Ne inget bes inget bes</i></address>
<address><i>Oi kiri sikuen kiri</i></address>
<address><i>Ara salamualaikum, rata bewene</i></address>
<address><i>Ara kesawah jamuni kami</i></address>
<address><i>Ne inget-inget bes yohku</i></address>
<address><i>Kuguncang male kuguncang</i></address>
<address><i>Salamualaikum rata bewene</i></address>
<address><i>Ne inget bes mien yohku</i></address>
<address><i>Ingatin bang tudung</i></address>
<address><i>Oi mude kin ulung mude</i></address>
<address><i>Ipantasan mulo</i></address>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><address><font color="#999999"><b>Salam dari Rampelis Mude (Rampelis Mude nama sanggar)</b></font></address>
<address><font color="#999999">O runduk sudah rebah dari beras beras padi</font></address>
<address><font color="#999999">Ya, begitulah oi burung kedidi</font></address>
<address><font color="#999999">Hai menjadi Rempelis Muda</font></address>
<address><font color="#999999">Oh ibu, ingat awas, awas</font></address>
<address><font color="#999999">Oi yang dikiri dikanan-kiri</font></address>
<address><font color="#999999">Assalamualaikum, rata semuanya</font></address>
<address><font color="#999999">Adakah tiba tamu kami</font></address>
<address><font color="#999999">Oh ibu, inga-ingat, awas sayangku</font></address>
<address><font color="#999999">Ku guncang akan ku guncang</font></address>
<address><font color="#999999">Assalamualaikum rata semuanya</font></address>
<address><font color="#999999">Oh, ibu ungat awas lagi sayangku</font></address>
<address><font color="#999999">Digantilah tudung</font></address>
<address><font color="#999999">Oi muda untuk daun uda</font></address>
<address><font color="#999999">Dipercepat dulu.</font></address>
</blockquote>
</blockquote>
<p><b>Lagu-lagu</b></p>
<ol>
<li><i><b>Le      Alah Payahe</b></i></li>
</ol>
<blockquote><address><i>He le ala payahe kejang</i></address>
<address><i>E kejang mufaedah payah musemperne</i></address>
<address><i>Enge ke engon ko kuseni ruesku</i></address>
<address><i>Senangke atemu kami lagu nini</i></address>
<address><i>Ine inget-inget bes mien yoh ku ine</i></address>
<address><i>Oho ingatin bang tudung uren</i></address>
<address><i>Awin gere kedie muselpak</i></address>
<address><i>Jangko gere kedie muleno</i></address>
<address><i>Beluh gere kedie berulak</i></address>
<address><i>Jarak gere kedie mudemu</i></address>
<address><i>Ine ilingang lingeken mulo</i></address>
<address><i>Yoh kukiri sikuen kiri</i></address>
<address><i>Tatangan katasan</i></address>
<address><i>Enti lale cube die ine</i></address>
<address><i>Awin gere kedie muselpak</i></address>
<address><i>Jangko gere kedie muleno</i></address>
<address><i>Beluh gere kedie berulak</i></address>
<address><i>Jarak gere kedie mudemu</i></address>
<address><i>Jadi bang mulongingku ine</i></address>
<address><i>O kejang teduhmi ningkah</i></address>
<address><i>Ike payah teduhmi kite</i></address>
<address><i>Ike gaduh tuker mulo</i></address>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><address><font color="#999999"><b>Aduh Payahnya</b></font></address>
<address><font color="#999999">Hai, aduh payahnya, payah lelah</font></address>
<address><font color="#999999">E, lelah berfaedah, payah memuaskan</font></address>
<address><font color="#999999">Sudahlah kau lihat sendi ruasku</font></address>
<address><font color="#999999">Senangkah kamu kami seperti ini</font></address>
<address><font color="#999999">Oh ibu, ingat-ingat lagi sayangku, oh ibu</font></address>
<address><font color="#999999">Oho, diganti dulu payung hujan</font></address>
<address><font color="#999999">Di tarik, tidaklah nanti patah</font></address>
<address><font color="#999999">Dijangko tidaklah nanti rebah</font></address>
<address><font color="#999999">Pergi tidaklah nanti kembali</font></address>
<address><font color="#999999">Jauh tidaklah lagi bertemu</font></address>
<address><font color="#999999">Oh ibu, di goyang, di geleng dulu</font></address>
<address><font color="#999999">Hai ke kiri, ke kanan-kiri</font></address>
<address><font color="#999999">Angkatlah lebih tinggi </font></address>
<address><font color="#999999">Jangan lalai cobalah dulu, oh ibu</font></address>
<address><font color="#999999">Di tarik, tidaklah nanti patah</font></address>
<address><font color="#999999">Dijangko tidaklah nanti rebah</font></address>
<address><font color="#999999">Pergi tidaklah nanti kembali</font></address>
<address><font color="#999999">Jauh tidaklah lagi bertemu</font></address>
<address><font color="#999999">Cukuplah dulu adikku, oh ibu</font></address>
<address><font color="#999999">Oh, capek berhenti dulu meningkah</font></address>
<address><font color="#999999">Jika payah berhenti dulu kita</font></address>
<address><font color="#999999">Jika letih tukar dulu</font></address>
</blockquote>
</blockquote>
<ol>
<li><b>Balik      Berbalik</b></li>
</ol>
<blockquote><address><i>Iye balik berbalik</i></address>
<address><i>Gelap uram terang uren urum sidang</i></address>
<address><i>Simunamat punce wae ala aho</i></address>
<address><i>He nyan e hae ala aho</i></address>
<address><i>Aho &#8211; aho &#8211; aho</i></address>
<address><i>Iye balik berbalik</i></address>
<address><i>Gelap uram terang uren urum sidang</i></address>
<address><i>Simunamat punce wae ala aho</i></address>
<address><i>He nyan e hae ala aho</i></address>
<address><i>Aho &#8211; aho &#8211; aho</i></address>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><address><font color="#999999"><b>Balik Berbalik</b></font></address>
<address><font color="#999999">Iya ku balik berbalik</font></address>
<address><font color="#999999">Gelap dengan terang, hujan dengan teduh</font></address>
<address><font color="#999999">Yang nmemegang punca Dialah, Ya Tuhan</font></address>
<address><font color="#999999">Itulah dia, ya Tuhan</font></address>
<address><font color="#999999">Ya Allah &#8211; Ya Allah &#8211; Ya Allah</font></address>
<address><font color="#999999">Iya ku balik berbalik</font></address>
<address><font color="#999999">Gelap dengan terang, hujan dengan teduh</font></address>
<address><font color="#999999">Yang nmemegang punca Dialah, Ya Tuhan</font></address>
<address><font color="#999999">Itulah dia, ya Tuhan</font></address>
<address><font color="#999999">Ya Allah &#8211; Ya Allah &#8211; Ya Allah</font></address>
</blockquote>
</blockquote>
<p><b>Penutup</b></p>
<ol>
<li><b>Gere      Kusangka</b></li>
</ol>
<blockquote><address><i>Gere kusangka, aha kenasibku bese</i></address>
<address><i>Berumah rerampe ehe itepini paya</i></address>
<address><i>Berumah rerampe ehe itepini paya</i></address>
<address><i>Suyeni uluh, nge turuh supue sange</i></address>
<address><i>Mago-mago bese aku putetangak mata</i></address>
<address><i>Mago-mago bese aku putetangak mata</i></address>
<address><i>Tetea tetar ahar reringe petepas</i></address>
<address><i>Gere kidie melas dengan naik iruangku</i></address>
<address><i>Gere kidie melas dengan naik iruangku</i></address>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><address><font color="#999999"><b>Tidak Kusangka</b></font></address>
<address><font color="#999999">Tidak kusangka, aha kalau nasibku begini</font></address>
<address><font color="#999999">Berumah rerumputan ditepinya rawa</font></address>
<address><font color="#999999">Berumah rerumputan ditepinya rawa</font></address>
<address><font color="#999999">Tiangnya bambu, sudah bocor atap dari pimping</font></address>
<address><font color="#999999">Sulit-sulit begitu aku berputih mata</font></address>
<address><font color="#999999">Sulit-sulit begitu aku berputih mata</font></address>
<address><font color="#999999">Lantainya belahan bambu, dindingnya pun tepas</font></address>
<address><font color="#999999">Tidakkah kiranya menyesal saudara naik kerumahku</font></address>
<address><font color="#999999">Tidakkah kiranya menyesal saudara naik kerumahku</font></address>
</blockquote>
</blockquote>
<ol>
<li><b>Kemutauh      Uren</b></li>
</ol>
<blockquote><address>Kemutauh uren ari langit</address>
<address>Munerime kedie bumi</address>
<address>Kemutauh uren ari langit</address>
<address>Munerime kedie bumi</address>
<address>I nampaan ara baro renah</address>
<address>Cabang tewah ku lawe due</address>
<address>Ari abang gih mungkin berubah</address>
<address>Bier lopah itumpun kudede</address>
<address>Kemutauh uren ari langit</address>
<address>Munerime kedie bumi</address>
<address>Kemutauh uren ari langit</address>
<address>Munerime kedie bumi</address>
<address>I nampaan ara baro renah</address>
<address>Cabang tewah ku lawe due</address>
<address>Ari abang gih mungkin berubah</address>
<address>Bier lopah itumpun kudede</address>
<address>Kerna langkah ni kami serapah</address>
<address>Berizin mi biak sudere</address>
<address>Kesediken cerak kami salah</address>
<address>Niro maaf kuama ine</address>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><address><font color="#999999"><b>Jika Turun Hujan</b></font></address>
<address><font color="#999999">Jika turun hujan dari langit</font></address>
<address><font color="#999999">Menerimakah kiranya bumi</font></address>
<address><font color="#999999">Jika turun hujan dari langit</font></address>
<address><font color="#999999">Menerimakah kiranya bumi</font></address>
<address><font color="#999999">Di nampaan ada waru rendah</font></address>
<address><font color="#999999">Cabang rebah ke lawe due</font></address>
<address><font color="#999999">Dari abang tidak mungkin berubah</font></address>
<address><font color="#999999">Biar pisau tancapkan ke dada</font></address>
<address><font color="#999999">Jika turun hujan dari langit</font></address>
<address><font color="#999999">Menerimakah kiranya bumi</font></address>
<address><font color="#999999">Jika turun hujan dari langit</font></address>
<address><font color="#999999">Menerimakah kiranya bumi</font></address>
<address><font color="#999999">Di nampaan ada waru rendah</font></address>
<address><font color="#999999">Cabang rebah ke Lawe Due</font></address>
<address><font color="#999999">Dari abang tidak mungkin berubah</font></address>
<address><font color="#999999">Biar pisau tancapkan ke dada</font></address>
<address><font color="#999999">Karena langkah kami segera bergegas</font></address>
<address><font color="#999999">Mohon izin kepada sanak saudara</font></address>
<address><font color="#999999">Sekiranya ucapan kami salah</font></address>
<address><font color="#999999">Mohon maaf kepada ibu-bapak</font></address>
</blockquote>
</blockquote>
<address><font color="#ff6600">Baca Juga : </font></address>
<address><a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/kekuatan-magis-dalam-gerak-tarian-aceh-tari-saman/" target="_blank"><font color="#ff6600">Kekuatan Magis dalam Gerak Tarian Aceh;      Saman</font></a></address>
<address><a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/24/">Seluk Beluk Tari Saman </a></address>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pusaka2aceh.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pusaka2aceh.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pusaka2aceh.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pusaka2aceh.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pusaka2aceh.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pusaka2aceh.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pusaka2aceh.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pusaka2aceh.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pusaka2aceh.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pusaka2aceh.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pusaka2aceh.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pusaka2aceh.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pusaka2aceh.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pusaka2aceh.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pusaka2aceh.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pusaka2aceh.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=23&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/syair-tari-saman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/560ece3227207bcf5417056bc1f349ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pusaka2aceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Magis dalam Gerak Tarian Aceh; Saman</title>
		<link>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/kekuatan-magis-dalam-gerak-tarian-aceh-tari-saman/</link>
		<comments>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/kekuatan-magis-dalam-gerak-tarian-aceh-tari-saman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 11:09:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pusaka2aceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Saman]]></category>
		<category><![CDATA[Tari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pusaka2aceh.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Zaman sekarang bisa dikatakan tidak ada orang yang tidak mengenal tari Saman. Hampir semua orang mengenalnya baik yang berada didalam maupun di luar negeri. Dalam setiap penampilannya tari Saman sungguh memukau. Dari awal hingga akhir pertunjukan tarian ini selalu menghadirkan suasana magis baik bagi penari maupun penontonnya. Saya akan coba membawa anda semua masuk kedalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=22&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify"><a href="http://pusaka2aceh.files.wordpress.com/2008/01/saman_magic-dance.jpg" title="saman_magic-dance.jpg"><img src="http://pusaka2aceh.files.wordpress.com/2008/01/saman_magic-dance.thumbnail.jpg?w=140&#038;h=115" alt="saman_magic-dance.jpg" align="left" border="2" height="115" width="140" /></a>Zaman sekarang bisa dikatakan tidak ada orang yang tidak mengenal tari Saman. Hampir semua orang mengenalnya baik yang berada didalam maupun di luar negeri. Dalam setiap penampilannya  tari Saman sungguh memukau. Dari awal hingga akhir pertunjukan tarian ini selalu menghadirkan suasana magis baik bagi penari maupun penontonnya.</div>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Saya akan coba membawa anda semua masuk kedalam babak demi babak dalam tari saman. Pada awal pertunjukan tarian saman di mulai dengan persalaman. Persalaman ini terdiri dari <i>rengum</i> dan <i>salam</i>. Rengum adalah suara bergumam dari seluruh penari. Walau tak terdengar jelas tetapi sebenarnya mereka memuji dan membesarkan nama Allah SWT dengan lafaz;</p>
<div align="justify">
<blockquote><address>        <font color="#ff6600"><i>Hmm laila la ho</i></font></address>
<address><font color="#ff6600"><i>        Hmm laila la ho</i></font></address>
<address><font color="#ffcc00"><i>        Hmm tiada Tuhan selain Allah</i></font></address>
<address><font color="#ffcc00"><i>        Hmm tiada Tuhan selain Allah</i></font></address>
</blockquote>
</div>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><span id="more-22"></span>Bila anda menyaksikan pementasan tarian Saman ini, anda akan terdiam seketika saat mendengar gumaman para penari dan ikut larut bersama emosi para penarinya. Rengum ini diucapkan dengan suara rendah namun menggema. Menggetarkan panggung dan jiwa-jiwa penari dan penontonnya. Bagi yang pernah menonton pertunjukan Saman tentu tahu maksud saya. Suasana hening langsung tercipta saat itu. Penonton diajak untuk ikut hikmat dalam mentauhidkan Tuhan.</p>
<p align="justify">Gerak tarinya sendiri masih sangat terbatas dan sederhana. Kepala tertunduk dan  tangan bersikap sembah. Regum menunjukan penyerahan diri kepada Allah SWT, juga berperan menyamakan vokal dan konsentrasi. Setelah tercipta suasana khidmat lalu dilanjutkan dengan persalaman. Ucapan salam ditujukan kepada penonton dan berbagai pihak dengan ucapan Assalamualaikum. lalu meminta izin untuk bermain Saman (adab dan etika).</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Setelah persalaman barulah dilanjutkan dengan <i>Ulu Ni Lagu</i>. Secara harfiah ulu ni lagu berarti kepala lagu. Namun disini lebih berarti ragam-ragam gerak tari. Dalam babakan ulu ni lagu ini gerakan telah bervariasi, kesenyawaan antara gerak tangan, tepuk didada &#8211; gerakan badan dan kepala. Namun gerakan masih lamban. Suasana khidmat masih terasa disini. Bagian ini seperti pemanasan sebelum kita diajak dalam ekstase gerak cepat Saman lainnya. Lalu yang disebut sebagai syekh dengan suara melengking akan memberkan aba-aba pada saat akhir gerak ulu ni lagu yang menandakan akan segera berganti gerak dan memasuki ritme cepat dengan ucapan syair:</p>
<div align="justify">
<blockquote><address>        <font color="#ff6600"><i>Inget-inget pongku &#8211; male i guncang</i></font></address>
<address><font color="#ffcc00">        Ingat -ingat teman akan diguncang</font></address>
</blockquote>
</div>
<p align="justify">Masuklah kita pada babak<i> lagu-lagu</i>. Babak ini adalah puncak gerakan tari saman. Para penari dituntut konsentrasi optimal dan stamina yang prima. Selain harus bergerak cepat babak ini juga diselingi dengan vokal bersama (derek). Gerakan yang utuh tampak pada kecepatan gerak tangan yang menghentak dada, paha maupun tepukan, gerakan badan keatas-kebawah secara serentak maupun bersilang, badan miring kekiri &#8211; ke kanan kiri serentak maupun bersilang (singkeh kuwen), gerakan kepala mengangguk cepat maupun kepala berputar dibawah (girik), maupun petikan jari. Diselingi gerakan lambat yang diawali ucapan syair dari syekh.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Demikian gerakan ini berulang-ulang antara cepat dan lambat, dengan iringan beberapa lagu. Selain penari yang terbawa dalam ekstase gerakan cepat dan kedinamisannya, para penontonpun ikut menahan nafas mengikuti pergantian gerak dan naik-turunnya ritme tarian. Bagai tersihir dalam gerak indah itu. Saya yakin saat anda menyaksikan babak ini anda tak ingin mengedipkan mata sedikitpun. Karena kecepatan dan keseragaman yang memukau itulah yang menarik anda seakan ikut dalam irama penari yang bergerak serentak.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Lalu anda diajak mengendorkan ketegangan dan mengembalikan pernafasan dalam babak <i>Uak Ni Kemuh</i> yang berarti secara harfiah obatnya gerak. Diiringi nyanyian sederhana dan nada rendah tidak memaksa. Apabila kondisi penari telah pulih, dimulai gerak cepat yang diawali aba-aba oleh syekh dengan ragam gerak yang lain. Pada saat gerak menggebu-gebu puncak, iringan vokal berhenti hanya terlihat gerak saja. Disini tak ada suara selain suara memukul, menghentakkan dada, tepuk tangan, meghentak paha yang di tarikan secara cepat. Anda dapat bayangkan suasana yang tercipta saat itu. Gerak cepat tanpa vokal inilah yang kemudian bagai menciptakan suasana magis bagi penari dan penontonnya.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Barulah setelah itu anda akan kembali menyaksikan gerak sederhana sebagai <i>penutup</i> dalam tarian saman. Dalam babak ini yang dipentingkan adalah syair, ungkapan kata, kata perpisahan, permintaan maaf kepada penonton dan pihak-pihak tertentu.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Setelah menyaksikan tari saman secara keseluruhan anda akan mendapat kesan yang mendalam terhadap tarian ini. Bisa karena kecepatan dalam membawakannya atau suasana magis yang anda rasa saat mengikuti setiap gerak dan ritme tariannya. Namun apa yang saya gambarkan masih jauh dari keindahan tari saman itu sendiri. Akhir kata saya mengucapkan &#8220;Selamat menikmati Kekuatan Magis dalam Gerak Tarian Aceh,  Tari Saman&#8221;</p>
<div align="justify">
<address>Baca Juga :</address>
<address><a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/syair-tari-saman/">Syair Tari Saman</a></address>
<address><a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/24/" target="_blank">Seluk-beluk Tari Saman </a></address>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pusaka2aceh.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pusaka2aceh.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pusaka2aceh.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pusaka2aceh.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pusaka2aceh.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pusaka2aceh.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pusaka2aceh.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pusaka2aceh.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pusaka2aceh.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pusaka2aceh.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pusaka2aceh.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pusaka2aceh.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pusaka2aceh.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pusaka2aceh.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pusaka2aceh.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pusaka2aceh.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=22&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/kekuatan-magis-dalam-gerak-tarian-aceh-tari-saman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/560ece3227207bcf5417056bc1f349ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pusaka2aceh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pusaka2aceh.files.wordpress.com/2008/01/saman_magic-dance.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">saman_magic-dance.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syair Perahu</title>
		<link>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/syair-perahu-2/</link>
		<comments>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/syair-perahu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 19:27:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pusaka2aceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pusaka2aceh.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Hamzah Fansuri Inilah gerangan suatu madah mengarangkan syair terlalu indah, membetuli jalan tempat berpindah, di sanalah i&#8217;tikat diperbetuli sudah Wahai muda kenali dirimu, ialah perahu tamsil tubuhmu, tiadalah berapa lama hidupmu, ke akhirat jua kekal diammu. Hai muda arif-budiman, hasilkan kemudi dengan pedoman, alat perahumu jua kerjakan, itulah jalan membetuli insan. Perteguh jua alat perahumu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=21&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><i>Hamzah Fansuri</i></p>
<p>Inilah gerangan suatu madah<br />
mengarangkan syair terlalu indah,<br />
membetuli jalan tempat berpindah,<br />
di sanalah i&#8217;tikat diperbetuli sudah</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Wahai muda kenali dirimu,<br />
ialah perahu tamsil tubuhmu,<br />
tiadalah berapa lama hidupmu,<br />
ke akhirat jua kekal diammu.</font></p></blockquote>
<p>Hai muda arif-budiman,<br />
hasilkan kemudi dengan pedoman,<br />
alat perahumu jua kerjakan,<br />
itulah jalan membetuli insan.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Perteguh jua alat perahumu,<br />
hasilkan bekal air dan kayu,<br />
dayung pengayuh taruh di situ,<br />
supaya laju perahumu itu</font></p></blockquote>
<p><span id="more-21"></span>Sudahlah hasil kayu dan ayar,<br />
angkatlah pula sauh dan layar,<br />
pada beras bekal jantanlah taksir,<br />
niscaya sempurna jalan yang kabir.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Perteguh jua alat perahumu,<br />
muaranya sempit tempatmu lalu,<br />
banyaklah di sana ikan dan hiu,<br />
menanti perahumu lalu dari situ.</font></p></blockquote>
<p>Muaranya dalam, ikanpun banyak,<br />
di sanalah perahu karam dan rusak,<br />
karangnya tajam seperti tombak<br />
ke atas pasir kamu tersesak.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Ketahui olehmu hai anak dagang<br />
riaknya rencam ombaknya karang<br />
ikanpun banyak datang menyarang<br />
hendak membawa ke tengah sawang.</font></p></blockquote>
<p>Muaranya itu terlalu sempit,<br />
di manakan lalu sampan dan rakit<br />
jikalau ada pedoman dikapit,<br />
sempurnalah jalan terlalu ba&#8217;id.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Baiklah perahu engkau perteguh,<br />
hasilkan pendapat dengan tali sauh,<br />
anginnya keras ombaknya cabuh,<br />
pulaunya jauh tempat berlabuh.</font></p></blockquote>
<p>Lengkapkan pendarat dan tali sauh,<br />
derasmu banyak bertemu musuh,<br />
selebu rencam ombaknya cabuh,<br />
La ilaha illallahu akan tali yang teguh.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Barang siapa bergantung di situ,<br />
teduhlah selebu yang rencam itu<br />
pedoman betuli perahumu laju,<br />
selamat engkau ke pulau itu.</font></p></blockquote>
<p>La ilaha illallahu jua yang engkau ikut,<br />
di laut keras dan topan ribut,<br />
hiu dan paus di belakang menurut,<br />
pertetaplah kemudi jangan terkejut.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Laut Silan terlalu dalam,<br />
di sanalah perahu rusak dan karam,<br />
sungguhpun banyak di sana menyelam,<br />
larang mendapat permata nilam.</font></p></blockquote>
<p>Laut Silan wahid al kahhar,<br />
riaknya rencam ombaknya besar,<br />
anginnya songsongan membelok sengkar<br />
perbaik kemudi jangan berkisar.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Itulah laut yang maha indah,<br />
ke sanalah kita semuanya berpindah,<br />
hasilkan bekal kayu dan juadah<br />
selamatlah engkau sempurna musyahadah.</font></p></blockquote>
<p>Silan itu ombaknya kisah,<br />
banyaklah akan ke sana berpindah,<br />
topan dan ribut terlalu ‘azamah,<br />
perbetuli pedoman jangan berubah.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Laut Kulzum terlalu dalam,<br />
ombaknya muhit pada sekalian alam<br />
banyaklah di sana rusak dan karam,<br />
perbaiki na&#8217;am, siang dan malam.</font></p></blockquote>
<p>Ingati sungguh siang dan malam,<br />
lautnya deras bertambah dalam,<br />
anginpun keras, ombaknya rencam,<br />
ingati perahu jangan tenggelam.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Jikalau engkau ingati sungguh,<br />
angin yang keras menjadi teduh<br />
tambahan selalu tetap yang cabuh<br />
selamat engkau ke pulau itu berlabuh.</font></p></blockquote>
<p>Sampailah ahad dengan masanya,<br />
datanglah angin dengan paksanya,<br />
belajar perahu sidang budimannya,<br />
berlayar itu dengan kelengkapannya.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Wujud Allah nama perahunya,<br />
ilmu Allah akan [dayungnya]<br />
iman Allah nama kemudinya,<br />
&#8220;yakin akan Allah&#8221; nama pawangnya.</font></p></blockquote>
<p>&#8220;Taharat dan istinja&#8217;&#8221; nama lantainya,<br />
&#8220;kufur dan masiat&#8221; air ruangnya,<br />
tawakkul akan Allah jurubatunya<br />
tauhid itu akan sauhnya.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Salat akan nabi tali bubutannya,<br />
istigfar Allah akan layarnya,<br />
&#8220;Allahu Akbar&#8221; nama anginnya,<br />
subhan Allah akan lajunya.</font></p></blockquote>
<p>&#8220;Wallahu a&#8217;lam&#8221; nama rantaunya,<br />
&#8220;iradat Allah&#8221; nama bandarnya,<br />
&#8220;kudrat Allah&#8221; nama labuhannya,<br />
&#8220;surga jannat an naim nama negerinya.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Karangan ini suatu madah,<br />
mengarangkan syair tempat berpindah,<br />
di dalam dunia janganlah tam&#8217;ah,<br />
di dalam kubur berkhalwat sudah.</font></p></blockquote>
<p>Kenali dirimu di dalam kubur,<br />
badan seorang hanya tersungkur<br />
dengan siapa lawan bertutur?<br />
di balik papan badan terhancur.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Di dalam dunia banyaklah mamang,<br />
ke akhirat jua tempatmu pulang,<br />
janganlah disusahi emas dan uang,<br />
itulah membawa badan terbuang.</font></p></blockquote>
<p>Tuntuti ilmu jangan kepalang,<br />
di dalam kubur terbaring seorang,<br />
Munkar wa Nakir ke sana datang,<br />
menanyakan jikalau ada engkau sembahyang.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Tongkatnya lekat tiada terhisab,<br />
badanmu remuk siksa dan azab,<br />
akalmu itu hilang dan lenyap,<br />
&#8230;&#8230;</font><font color="#0000ff">¹</font> <!--[if gte vml 1]&amp;gt;                                                  &amp;lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&amp;gt;     &amp;lt;![endif]--><i> </i></p></blockquote>
<p>Munkar wa Nakir bukan kepalang,<br />
suaranya merdu bertambah garang,<br />
tongkatnya besar terlalu panjang,<br />
cabuknya banyak tiada terbilang.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">Kenali dirimu, hai anak dagang!<br />
di balik papan tidur telentang,<br />
kelam dan dingin bukan kepalang,<br />
dengan siapa lawan berbincang?</font></p></blockquote>
<p>La ilaha illallahu itulah firman,<br />
Tuhan itulah pergantungan alam sekalian,<br />
iman tersurat pada hati insap,<br />
siang dan malam jangan dilalaikan.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">La ilaha illallahu itu terlalu nyata,<br />
tauhid ma&#8217;rifat semata-mata,<br />
memandang yang gaib semuanya rata,<br />
lenyapkan ke sana sekalian kita.</font></p></blockquote>
<p>La ilaha illallahu itu janganlah kaupermudah-mudah,<br />
sekalian makhluk ke sana berpindah,<br />
da&#8217;im dan ka&#8217;im jangan berubah,<br />
khalak di sana dengan La ilaha illallahu.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">La ilaha illallahu itu jangan kaulalaikan,<br />
siang dan malam jangan kau sunyikan,<br />
selama hidup juga engkau pakaikan,<br />
Allah dan rasul juga yang menyampaikan.</font></p></blockquote>
<p>La ilaha illallahu itu kata yang teguh,<br />
memadamkan cahaya sekalian rusuh,<br />
jin dan syaitan sekalian musuh,<br />
hendak membawa dia bersungguh-sungguh.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">La ilaha illallahu itu kesudahan kata,<br />
tauhid ma&#8217;rifat semata-mata.<br />
hapuskan hendak sekalian perkara,<br />
hamba dan Tuhan tiada berbeda.</font></p></blockquote>
<p>La ilaha illallahu itu tempat mengintai,<br />
medan yang kadim tempat berdamai,<br />
wujud Allah terlalu bitai,<br />
siang dan malam jangan bercerai.</p>
<blockquote><p><font color="#999999">La ilaha illallahu itu tempat musyahadah,<br />
menyatakan tauhid jangan berubah,<br />
sempurnalah jalan iman yang mudah,<br />
pertemuan Tuhan terlalu susah.</font></p></blockquote>
<address> </address>
<address><i>Tidak diketahui kapan tepatnya Hamzah Fansuri menciptakan Syair Perahu ini karena memang tak ada catatan yang menyebutnya. Hanya saja diketahui karya ini diciptakan di masa Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam memerintah Aceh antara tahun 1606-1636 M. Setidaknya dari rujukan ini bisa dianggap Syair Perahu tercipta di awal abad 17.</i></address>
<address><font color="#0000ff">¹</font> -tidak terbaca</address>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pusaka2aceh.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pusaka2aceh.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pusaka2aceh.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pusaka2aceh.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pusaka2aceh.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pusaka2aceh.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pusaka2aceh.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pusaka2aceh.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pusaka2aceh.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pusaka2aceh.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pusaka2aceh.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pusaka2aceh.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pusaka2aceh.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pusaka2aceh.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pusaka2aceh.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pusaka2aceh.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=21&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/syair-perahu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/560ece3227207bcf5417056bc1f349ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pusaka2aceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesan Perlawanan Dalam Tarian Aceh; Rapai Geleng</title>
		<link>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/pesan-perlawanan-dalam-tarian-aceh-rapai-geleng/</link>
		<comments>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/pesan-perlawanan-dalam-tarian-aceh-rapai-geleng/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 11:46:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pusaka2aceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[rapai]]></category>
		<category><![CDATA[Tari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pusaka2aceh.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Tahu tari Saman? Tari Seudati? Iya benar. Itu adalah tarian khas Aceh yang sudah sangat terkenal di nusantara bahkan di dunia. Kali ini saya bukan sedang ingin membahas tentang Tari Saman atau Seudati yang sudah termasyur itu. Tapi saya ingin bercerita kepada semua tentang tari Rapai Geleng (adiknya tari Saman dan Seudati). Tari Rapai Geleng [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=20&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview" align="justify">Tahu <a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/kekuatan-magis-dalam-gerak-tarian-aceh-tari-saman/" title="Kekuatan magis dalam gerak tarian Aceh; Saman" target="_blank">tari Saman</a>? Tari Seudati? Iya benar. Itu adalah tarian khas Aceh yang sudah sangat terkenal di nusantara bahkan di dunia. Kali ini saya bukan sedang ingin membahas tentang Tari Saman atau Seudati yang sudah termasyur itu. Tapi saya ingin bercerita kepada semua tentang tari Rapai Geleng (adiknya tari Saman dan Seudati).</div>
<div class="snap_preview" align="justify"></div>
<div class="snap_preview" align="justify">Tari Rapai Geleng adalah seni tari berupa gerakan badan dipadukan dengan suara dan gerakan tangan, kepala dan anggota tubuh lainnya, dibawakan oleh 12 orang penari laki-laki dan 1 orang syekh. <a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/rapai/" title="Alat Musik Rapai">Rapai</a> hampir sama dengan beduk akan tetapi bentuknya kecil dan sanggup diangkat dengan sebelah tangan persis sama dengan rebana akan tetapi dia agak sedikit tebal dan suaranya sangat besar. Saya tidak membahas tentang bagaimana tarian itu dibawakan atau diperagakan, tetapi saya ingin membahas filosofi yang terdapat dalam tarian tersebut.</div>
<div class="snap_preview" align="justify"></div>
<div class="snap_preview" align="justify">Seorang teman memberikan hasil penelitiannya kepada saya terhadap filosofi tarian ini. Dan atas izinnya saya membaginya untuk anda semua. Teman saya menyebutnya : Pesan Perlawanan dalam Tarian Aceh; Rapai Geleng</div>
<div class="snap_preview" align="justify"><span></span><span id="more-20"></span><font color="#0000ff"><i>Alhamdulilah Pujo Keu Tuhan. Nyang Peujeut Alam Langet Ngon Donya. Teuma Seulaweut Ateuh Janjongan. Panghulee Alam Rasul Ambiya</i></font>(Segala Puji kepada Tuhan. Yang telah menciptakan langit dan dunia. Selawat dan salam pada junjungan. Penghulu alam Rasul Ambiya)</p>
<p><font color="#0000ff"><i>Nanggroe Aceh nyo Tempat loun lahee. Bak Ujoung Pantee Pulo Sumatra. Dilee Baroo. Kon Lam jaro Kaphe. Jino Hana Lee Aman Sentosa</i></font></p>
<p>(Daerah Aceh ini Tempat lahirku. Di ujung pantai pulau Sumatera. Dulu berada di tangan penjajah. Kini telah aman dan sentosa)</p>
<p>Sederet syair yang dilantunkan kolosal sebelasan pria berkostum hitam kuning berpadu manik-manik merah, serempak menggeprak panggung dengan duduk bersimpuh menabuh rapa-i (rebana khas Aceh terbuat dari kulit kambing betina) dengan ritme teratur. Tiba-tiba, tetabuhan yang tadinya berirama satu-satu, lambat, berubah cepat di iringi dengan gerak tubuh yang masih berposisi duduk bersimpuh, meliuk ke kiri dan ke kanan. Itu tak cukup, gerakan cepat kian lama kian bertambah cepat. Bunyi tetabuhan rapa-i begitu dahsyat menghantam sesuatu paling dalam di jiwa, menggeser kepongahan, menghadirkan ketakjuban. Tak lama, dalam satu hentakan, seluruh gerak dan bunyi tadi tiba-tiba lenyap, hening, dan diam. Ada getar magis sesaat tetabuhan dan seluruh gerak sebelasan pria muda tadi berganti hening dan diam.</p>
<p>Setidaknya itu kesan sepintas saat menyaksikan langsung pagelaran tarian Rapa-i geleng -tari tradisional Aceh-, kapanpun dan dimanapun. Namun sesungguhnya ada getar lain yang maha dahsyat ketika kita memahami seluruh ritme gerak tarian negeri seribu konflik itu. Pada dasarnya, ritme gerak pada tarian rapa-i geleng hanya terdiri dalam empat tingkatan; lambat, cepat, sangat cepat dan diam.</p>
<p>Keempat tingkatan gerak tersebut merupakan miniatur karakteristik masyarakat yang mendiami posisi paling ujung pulau Sumatera, berisikan pesan-pesan pola perlawanan terhadap segala bentuk penyerangan pada eksistensi kehidupan Agama, politik, sosial dan budaya mereka. Pada gerakan lambat, ritme gerakan tarian rapa-i geleng tersebut coba memberi pesan semua tindakan yang diambil mesti diawali dengan proses pemikiran yang matang, penyamaan persepsi dan kesadaran terhadap persoalan yang akan timbul di depan sebagai akibat dari keputusan yang diambil merupakan sesuatu yang harus dipertimbangkan dengan seksama.</p>
<p>Maaf dan permakluman terhadap sebuah kesalahan adalah sesuatu yang mesti di berikan bagi siapa saja yang melakukan kesalahan. Pesan dari gerak beritme lambat itu juga biasanya diiringi dengan syair-syair tertentu yang dianalogikan dalam bentuk-bentuk tertentu. Sebagai contoh bisa tergambar dari nukilan syair dari salah satu bagian tarian;</p>
<p><font color="#0000ff"><i>Meu nyo ka hana raseuki, yang bak bibi roh u lua. Bek susah sare bek sedeh hatee, tapie kee laen ta mita.</i></font></p>
<p>(Kalau sudah tak ada rezeki, yang sudah di bibirpun jatuh ke luar jangan lah susah, jangalah bersedih hati, mari kita pikirkan yang lain untuk di cari)</p>
<p>Kata “raseuki” yang bermakna “rezeki” dalam syair di atas, merupakan simbol dari peruntungan. Bagi masyarakat Aceh, orang yang melakukan perbuatan baik kepada mereka dimaknakan sebagai sebuah keberuntungan. makna sebaliknya, ketika orang melakukan perbuatan jahat, maka masyarakat Aceh mengartikan ketakberuntungan nasib mereka, dan ketakberuntungan itu merupakan permaafan. Gerakan beritme Cepat adalah gerak kedua, sesaat pesan yang terkandung dalam gerakan beritme lambat namun sarat makna usai dituturkan.</p>
<p>Pada gerakan ini, pesan yang disampaikan adalah pesan penyikapan ketika perbuatan jahat, yang dimaknakan sebagai ketakberuntungan nasib, kembali dilakukan oleh orang atau institusi yang sama. Penyikapan tersebut bisa dilakukan dalam bentuk apapun, tapi masih sebatas protes keras belaka. Seperti bunyi syair di bawah;</p>
<p><font color="#0000ff"><i>Hai Laot sa, ilak ombak meu Aloun kapai die eik troun meu lumba Lumba hai bacut teuk, salah bukon sa Lah loun salah mu, lah poun awai bak gata</i></font></p>
<p>(Wahai Laut yang berombak mengayunkan kapal naik dan turun sedikit lagi kemasukan air, itu bukan salah ku, engkaulah yang mengawalinya)</p>
<p>Gerakan beritme cepat ini tak lama. Segera disusul dengan gerakan tari beritme sangat cepat mengisyaratkan chaos menjadi pilihan dalam pola perlawanan tingkat ketiga. Sebuah perlawanan disaat protes keras tak diambil peduli. Tetabuhan rapa-i pada gerakan beritme sangat cepat inipun seakan menjadi tetabuhan perang yang menghentak, menghantam seluruh nadi, membungkus syair menjadi pesan yang mewajibkan perlawanan dalam bentuk apapun ketika harkat dan martabat bangsa terinjak-injak.</p>
<p>Cuplikan sajak “perang” nya “maskirbi” yang biasa dilantunkan menjadi syair dalam gerakan beritme cepat pada tarian rapa-i geleng ini bisa menjadi contoh sederetan syair-syair yang dijadikan pesan.</p>
<p><font color="#0000ff"><i>Doda idi hai doda idang. Geulayang balang ka putoh talo. Beureujang rayeuk banta siding. Jak tulong prang musoh nanggro </i></font></p>
<p>(doda idi hai doda idang -nyanyian nina bobo untuk anak- layangan sawah telah putus talinya cepatlah besar wahai ananda pergilah, perangi musuh negeri)</p>
<p>Pada titiknya, tiba-tiba semua gerakan tadi berhenti seketika, termasuk seluruh nyanyian syair sarat makna. Semua menjadi bisu, hening dan diam. Ini merupakan gerakan akhir dari tarian. Gerakan diam merupakan gerakan yang melambangkan ketegasan, habisnya semua proses interaksi. Bagi orang Aceh, gerak diam adalah gerak perlawanan abadi, di sana tak adalagi musuh, di sana tak ada lagi teman. (<font color="#ff6600">sumber: Mandis-M Andi Sabri Kasturi-Arie</font> alias <font color="#ff6600">Gembul</font> &gt;&gt;&gt;&gt; Terima kasih bang )</p>
<p>Sebegitu kuatnya makna yang terkandung dalam tarian aceh ini. Namun sayang. Ketika tari tradisional Aceh diperkembangkan lebih jauh, banyak pakem dasar yang dilupakan atau ditinggalkan oleh para koregrafernya.</p>
<p>Tari tradisi Aceh pun berubah menjadi tari kreasi baru, dengan pulasan keacehan ala kadarnya. Hanya demi “kepentingan” dan ambisi palsu koreografer tanpa terlebih dahulu mengetahui latar belakang atau filosofi yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Para koreografer hanya berpatokan pada grafik ritmis setiap tari Aceh — lambat, sedang, dan cepat — yang sering mereka katakan “ruh” tari Aceh. Gerak dinamis khas tari Aceh jadi “terbongkar”.</p></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pusaka2aceh.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pusaka2aceh.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pusaka2aceh.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pusaka2aceh.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pusaka2aceh.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pusaka2aceh.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pusaka2aceh.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pusaka2aceh.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pusaka2aceh.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pusaka2aceh.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pusaka2aceh.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pusaka2aceh.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pusaka2aceh.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pusaka2aceh.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pusaka2aceh.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pusaka2aceh.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=20&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/pesan-perlawanan-dalam-tarian-aceh-rapai-geleng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/560ece3227207bcf5417056bc1f349ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pusaka2aceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rapai</title>
		<link>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/rapai/</link>
		<comments>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/rapai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 11:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pusaka2aceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Ensiklopedi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pusaka2aceh.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Rapai adalah sejenis instrument musik pukul (percussi) tradisional Aceh. Jenis-jenis Rapai adalah : - Rapai Pasee (rapai gantung) - Rapai Daboih - Rapai Geurimpheng (rapai macam) - Rapai Pulot - Rapai Anak/ tingkah (= ukuran kecil) Perbedaan dari masing-masing jenis rapai in adalah dari segi besarnya dan suaranya. Bahan rapai dibuat dari kayu nangka, dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=19&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rapai adalah sejenis instrument musik pukul (percussi) tradisional Aceh.</p>
<p>Jenis-jenis Rapai adalah :</p>
<blockquote><address><font color="#ff6600">- Rapai Pasee (rapai gantung)</font></address>
<address><font color="#ff6600">- Rapai Daboih</font></address>
<address><font color="#ff6600">- Rapai Geurimpheng (rapai macam)</font></address>
<address><font color="#ff6600">- Rapai Pulot</font></address>
<address><font color="#ff6600">- Rapai Anak/ tingkah (= ukuran kecil)</font></address>
</blockquote>
<p>Perbedaan dari masing-masing jenis rapai in adalah dari segi besarnya dan suaranya. Bahan rapai dibuat dari kayu nangka, dalam bahasa daerahnya di sebut <i>Baloh</i>.</p>
<p>Untuk suara gemerincing (phring) apabila di palu/ dipukul pada balohnya di lengketkan atau di beri beberapa lempengan logam. Kulit yang dipakai pada rapai biasanya kambing, ada juga yang memakai kulit<i> himbe</i> (sebangsa kera). Apabila rapai itu besar (rapai pasee) dipergunakan kulit sapi.</p>
<blockquote><address><font color="#ff6600"><i>Sumber : Ensiklopedi Musik dan Tari D.I. Aceh (lanjutan) </i></font></address>
<address><font color="#ff6600"><i>Departemen P dan K, Pusat Penelitian Sejarah Budaya </i></font></address>
<address><i><font color="#ff6600">Proyek Penelitian Dan Pencatatan Kebudayaan Daerah</font> </i></address>
</blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pusaka2aceh.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pusaka2aceh.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pusaka2aceh.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pusaka2aceh.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pusaka2aceh.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pusaka2aceh.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pusaka2aceh.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pusaka2aceh.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pusaka2aceh.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pusaka2aceh.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pusaka2aceh.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pusaka2aceh.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pusaka2aceh.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pusaka2aceh.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pusaka2aceh.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pusaka2aceh.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=19&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/rapai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/560ece3227207bcf5417056bc1f349ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pusaka2aceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syair Ma&#8217;rifat</title>
		<link>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/syair-marifat/</link>
		<comments>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/syair-marifat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 11:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pusaka2aceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/syair-marifat/</guid>
		<description><![CDATA[Karya : Syeikh Abdul Rauf Al Singkeli Jikalau diibarat sebiji kelapa Kulit dan isi tiada serupa Janganlah kita bersalah sapa Tetapi beza tiadalah berapa Sebiji kelapa ibarat sama Lafaznya empat suatu makna Disitulah banyak yang terlena Sebab pendapat kurang sempurna Kulitnya ibarat syariat Tempurungnya ibarat tariqat Isinya ibarat hakikat Minyaknya ibarat ma&#8217;rifat (petikan, sumber Seulawah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=16&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><i>Karya 	: Syeikh Abdul Rauf Al Singkeli</i></p>
<p>Jikalau diibarat sebiji kelapa<br />
Kulit dan isi tiada serupa<br />
Janganlah kita bersalah sapa<br />
Tetapi beza tiadalah berapa</p>
<blockquote><p>Sebiji kelapa ibarat sama<br />
Lafaznya empat suatu makna<br />
Disitulah banyak yang terlena<br />
Sebab pendapat kurang sempurna</p></blockquote>
<p>Kulitnya ibarat syariat<br />
Tempurungnya ibarat tariqat<br />
Isinya ibarat hakikat<br />
Minyaknya ibarat ma&#8217;rifat<br />
<i><br />
(petikan, sumber Seulawah Antologi Sastra Aceh)</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pusaka2aceh.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pusaka2aceh.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pusaka2aceh.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pusaka2aceh.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pusaka2aceh.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pusaka2aceh.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pusaka2aceh.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pusaka2aceh.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pusaka2aceh.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pusaka2aceh.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pusaka2aceh.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pusaka2aceh.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pusaka2aceh.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pusaka2aceh.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pusaka2aceh.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pusaka2aceh.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=16&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/syair-marifat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/560ece3227207bcf5417056bc1f349ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pusaka2aceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cut Nyak Dhien; Sebuah Akhir di Tanah Sepi</title>
		<link>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/cut-nyak-dhien-sebuah-akhir-di-tanah-sepi/</link>
		<comments>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/cut-nyak-dhien-sebuah-akhir-di-tanah-sepi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 11:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pusaka2aceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Cut Nyak Dhien]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/cut-nyak-dhien-sebuah-akhir-di-tanah-sepi/</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 11 Desember 1906, Pangeran Aria Suriaatmaja, Bupati Sumedang waktu itu, kedatangan tiga orang tamu. Ketiganya merupakan tawanan titipan dari pemerintah Hindia Belanda. Seorang perempuan tua, renta, rabun serta menderita encok. Seorang lagi lelaki tegap berumur kurang lebih berumur 50 tahun dan remaja tanggung berusia 15 tahun. Walau tampak lelah mereka bertiga tetap kelihatan tabah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=15&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 11 Desember 1906, Pangeran Aria Suriaatmaja, Bupati Sumedang waktu itu, kedatangan tiga orang tamu. Ketiganya merupakan tawanan titipan dari pemerintah Hindia Belanda. Seorang perempuan tua, renta, rabun serta menderita encok. Seorang lagi lelaki tegap berumur kurang lebih berumur 50 tahun dan remaja tanggung berusia 15 tahun. Walau tampak lelah mereka bertiga tetap kelihatan tabah. Pakaian lusuh yang dikenakan perempuan itu merupakan satu-satunya pakaian yang ia punya selain sebuah tasbih dan sebuah periuk nasi dari tanah liat.</p>
<p>Belakangan karena melihat perempuan tua itu sangat taat beragama, Pangeran Aria Suriaatmaja tidak menempatkannya di penjara. Melainkan memilih menempatkannya disalah satu rumah milik tokoh agama setempat. Kepada Pangeran Suriaatmaja, Belanda tak mengungkap siapa perempuan tua renta dan menderita encok itu. Bahkan sampai kematiannya, 08 November 1906 masyarakat Sumedang tak pernah tahu siapa sebenarnya perempuan tua itu.</p>
<p><span id="more-15"></span>Perjalanan sangat panjang telah ditempuh perempuan tua itu sebelum akhirnya beristirahat dengan damai dan dimakamkan di Gunung Puyuh tak jauh dari pusat kota Sumedang. Yang diketahui penduduk, karena kesehatannya yang sangat buruk perempuan tua itu nyaris tak pernah keluar rumah. Kegiatannyapun terbatas hanya berdzikir atau mengajari mengaji ibu-ibu dan anak-anak setempat yang datang berkunjung.</p>
<p>Sesekali mereka membawakannya pakaian atau sekadar makanan pada perempuan tua yang santun itu yang belakangan karena penguasaanya terhadap ilmu-ilmu agama disebut dengan Ibu Perbu. Waktu itu tak ada yang menyangka bila perempuan tua yang mereka panggil Ibu Perbu itu adalah The Queen of Aceh Batlle dari Perang Aceh (1873-1904) bernama Tjoet Nyak Dhien. Ya, hari-hari terakhir Tjoet Nyak Dhien memang dihiasi oleh kesenyapan dan sepi. Jauh dari tanah air dan orang-orang yang dicintai.</p>
<p>Gadis kecil cantik dan cerdas bernama Cut Nyak Dhien. Dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Lampadang tahun 1848. Ayahnya adalah Uleebalang bernama Teeku Nanta Setia yang merupakan keturunan perantau Minang yang datang dari Sumatera Barat ke Aceh sekitar abad 18 ketika kesultanan Aceh diperintah oleh Sultan Jamalul Badrul Munir.</p>
<p>Tumbuh dalam lingkungan yang memegang tradisi beragama yang ketat ketat membuat gadis kecil Cut Nyak Dhien menjadi gadis yang cerdas. Pada usianya yang ke 12 dia kemudian dinikahkan oleh orangtuanya dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga yang merupakan anak dari Uleebalang Lamnga XIII. Dari perkawinannya itu belakang dia dikarunia seorang anak laki-laki.</p>
<p>Suasana perang yang bergelanyut diatmosfir Aceh pecah ketika 1 April 1873, F.N. Nieuwenhuyzen memaklumatkan perang terhadap kesultanan Aceh. Sejak saat itu gelombang demi gelombang penyerbuan Belanda ke Aceh selalu berhasil dipukul kembali oleh laskar Aceh. Dan Tjoet Nyak Dhien tentu ada disana, ditengah tebasan rencong, pekik perang dan dentuman meriam.</p>
<p>Dia juga yang berteriak membakar semangat rakyat Aceh ketika Masjid Raya jatuh dan di bakar tentara Belanda.</p>
<blockquote><p><font color="#ff6600">&#8220;Lihatlah wahai orang-orang Aceh!! Tempat ibadat kita dirusak!! Mereka telah mencorengkan nama Allah! Sampai kapan kita begini? Sampai kapan kita akan menjadi budak Belanda?&#8221;</font></p></blockquote>
<p>Perang Aceh adalah cerita tentang keberanian, pengorbanan dan kecintaan terhadap tanah lahir, begitu juga Tjoet Nyak Dhien. Bersama ayah dan suaminya, setiap harinya waktu dihabiskan untuk berperang, berperang dan berperang melawan <i>Kapke Ulanda</i>.Tetapi perang juga lah yang mengambil satu-persatu orang yang dicintainya, ayahnya lalu suaminya menyusul gugur dalam pertempuran di Gle Tarum 29 Juni 1070. Dua tahun kemudian, Tjoet Nyak Dhien menerima pinangan Teuku Umar dengan pertimbangan strategi perang. Belakangan Teuku Umar juga gugur dalam serbuan mendadak yang dilakukan Belanda di Meulaboh, 11 Februari 1899.</p>
<p>Tetapi bagi Tjoet, perang melawan Belanda bukan hanya milik Teuku Umar, Teuku Cek Ibrahim Lamnga suaminya bukan juga monopoli Teeku Nanta Setia ayahnya atau para lelaki Aceh saja. Perang Aceh adalah milik semesta rakyat. Setidaknya itulah yang ditunjukan Tjoet Nyak Dhien, dia tetap mengorganisir serangan-serangan terhadap Belanda.</p>
<p>Bertahun-tahun kemudian, segala energi dan pemikiaran putri bangsawan itu hanya dicurahkan pada perang. Berpindah dari satu persembunyian ke persembunyian yang lain, kurang makan dan kurangnya rawatan kesehatan membuat kebugarannya merosot. Kondisi pasukannyapun tak jauh berbeda. Pasukan itu bertambah lemah hingga ketika pada pada 16 November 1905 sepasukan Belanda menyerbu ke tempat persembunyiannya, Tjoet Nyak Dhien dan pasukan kecilnya kalah telak.</p>
<p>Dengan usia yang telah menua, rabun dan sakit-sakitan Tjoet memang tak bisa berbuat banyak. Rencongpun nyaris tak berguna untuk membela diri. Ya, Tjoet tertangkap dan dibawa ke Banda Aceh lalu dibuang Sumedang, Jawa Barat.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pusaka2aceh.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pusaka2aceh.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pusaka2aceh.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pusaka2aceh.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pusaka2aceh.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pusaka2aceh.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pusaka2aceh.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pusaka2aceh.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pusaka2aceh.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pusaka2aceh.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pusaka2aceh.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pusaka2aceh.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pusaka2aceh.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pusaka2aceh.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pusaka2aceh.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pusaka2aceh.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=15&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/cut-nyak-dhien-sebuah-akhir-di-tanah-sepi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/560ece3227207bcf5417056bc1f349ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pusaka2aceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikayat Prang Sabil</title>
		<link>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/hikayat-prang-sabil/</link>
		<comments>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/hikayat-prang-sabil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 10:57:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pusaka2aceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pusaka2aceh.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Tgk. Chik Pante Kulu 1035 Wa anfusikum in kuntum ta&#8217;lamuna, ta ngon lon khuen jinoe ma&#8217;na Peuneujo Tuhan Robbal ‘Alamin, keu ureueng mukmin jalan sijahtra Leupaih ba&#8217; azeueb uroe komdian, neubri le Tuhan dudoe syureuga Jannatun &#8220;Adnin Tuhan boh nan, nikmat disinan hanjeud soe kira Peu nyang meuhat dalam hate, cit ka hase keunan teuka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=14&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><i>Tgk. Chik Pante Kulu</i></p>
<p>1035<br />
Wa anfusikum in kuntum ta&#8217;lamuna, ta ngon lon khuen jinoe ma&#8217;na<br />
Peuneujo Tuhan Robbal ‘Alamin, keu ureueng mukmin jalan sijahtra<br />
Leupaih ba&#8217; azeueb uroe komdian, neubri le Tuhan dudoe syureuga<br />
Jannatun &#8220;Adnin Tuhan boh nan, nikmat disinan hanjeud soe kira<br />
Peu nyang meuhat dalam hate, cit ka hase keunan teuka</p>
<blockquote><p>Dalam jiwamu&#8230;dengar ku katakana maknanya kini<br />
Pemberian Tuhan Rabbal ‘Alamin, pada orang mukmin jalan sejahtera<br />
Lepas dari azab hari kemudian, diberikan Tuhan kelak surga<br />
Jannatul ‘Adnin Tuhan namakan, nikmat nian tiada terkira<br />
Apa yang tergerak dalam hati, segera nyata ke situ tiba</p></blockquote>
<p>1040<br />
Karonya Po Rabbul Jalil, ureueng prang sabi that mulia<br />
Bidadari tujoh ploh droe, khadam sinaroe muda-muda<br />
Meunan peureuman Rabbul jalil. Be&#8217; ta iem le he syeedara<br />
Ja&#8217; be teungku ba ‘prang kaphe. Be&#8217; le sayang le keu areuta<br />
Dumna areuta gata he teladan. Nabi Sulaiman saboh seuen hana</p>
<blockquote><p><span id="more-14"></span>Karuni Khalik Rabbul Jalil, yang berperang sabil sangat mulia<br />
Bidadari tujuh puluh orang, khadam sekalian muda-muda<br />
Begitu firman Rabbul Jalil, jangan diam lagi wahai saudara<br />
Berangkatlah teungku memerangi kafir, jangan sayangi akan harta<br />
Seluruh harta anda wahai teladan, dengan kekayaan Sulaiman secuil tiada.</p></blockquote>
<p>1045<br />
Neu hukom jen dengon insan, sigala hewan marga situwa<br />
Nyan dum meugah ngoh kayaan, ibarat keu Tuhan han tom reuda<br />
Cuba pike he budiman. Sabe ngon nyan meugah gata<br />
Nyan dum di Nabi Rasul Hadarat. Ngon meugah that dum ngon kaya<br />
Hancit lupa ba&#8217; ibadat. Teung ibadat he syeedara</p>
<blockquote><p>Ia menguasai jin dan manusia, segala hewan marga satwa<br />
Begitu megah dan hartawan, ibarat kepada Tuhan tak pernah alpa<br />
Pikirkanlah hai budiman, seimbangkanlah dengan kemegahan anda?<br />
Demikian nabi rasul hadarat, megah amat lagi kaya<br />
Tiada lupa akan ibadat, ambil ibarat hai saudara</p></blockquote>
<p>1050<br />
Di geutanyo meugah pi tan. Areuta pi tuah (tan) han sapue na<br />
Peu cit lale he bangsawan. Tipee syeutan gata nyoe dumna<br />
Kaya Sulaiman ngon meugah that. Donya akhirat that sijahtra<br />
Seudekah le that han ta khimah. Dumna umat neupu beulanja<br />
Keupeu kaya keupeu meugah. Tuwo keu Allah sia-sia</p>
<blockquote><p>Kita sendiri megahpun tiada, harta tua hampa belaka<br />
Mengapa lalai wahai bangsawan, di tipu setan kita semua<br />
Kaya Sulaiman dan megah amat, dunia akhirat dalam sejahtera<br />
Sedekah banyak tak terhingga, umat semua diberi belanja<br />
Tak guna kaya dengan megah, jika kepada Allah lupa tersia</p></blockquote>
<p>1055<br />
Raja Qorun deungo lon peugah. La&#8217;nak Allah asoe nuraka<br />
Pakri ngon kaya lam meugah that. Hana sapat nyang sabe ‘sa<br />
Lon peugah nyon ke ibarat. Be&#8217; sang-sang that meugah gata<br />
Aneu&#8217; gunci raja Qorun. Tuhan yue kheun neucalitra<br />
Tujoh ploh brat ureueng pahlawan. Keu bilangan ureueng teuga</p>
<blockquote><p>Raja Qarun terdengar dengar ku kisah. Naklat Allah isi neraka<br />
Sungguh kaya lagi megah, tiada seorangpun imbanginya<br />
Kusebut ini untuk ibarat, jangan menyangka lebih hebat anda<br />
Anak kunci raja Qarun, tuhan sebutkan keadaannya<br />
Tujuh kali lipat bobot pahlawan, untuk bilangan orang yang tegar</p>
<p><i><br />
Terjemahan 	: Ali Hasjmy<br />
Sumber 	: Buku Acara Piasan Sastra Aceh</i></p></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pusaka2aceh.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pusaka2aceh.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pusaka2aceh.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pusaka2aceh.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pusaka2aceh.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pusaka2aceh.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pusaka2aceh.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pusaka2aceh.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pusaka2aceh.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pusaka2aceh.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pusaka2aceh.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pusaka2aceh.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pusaka2aceh.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pusaka2aceh.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pusaka2aceh.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pusaka2aceh.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=14&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/29/hikayat-prang-sabil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/560ece3227207bcf5417056bc1f349ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pusaka2aceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pejuang Wanita Aceh; Pocut Baren</title>
		<link>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/28/pocut-baren/</link>
		<comments>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/28/pocut-baren/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 11:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pusaka2aceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Pocut Barén]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pusaka2aceh.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 1910, Belanda yang dipimpin langsung oleh Letnan Hoogers melakukan penyerbuan secara besar-besaran terhadap gua di Gunung Mancang yang disinyalir markas para pejuang Aceh. Pasukan Belanda ketika itu mengalami kesulitan melacak keberadaan gua ini. Hingga suatu saat, keberadaan gua tersebut diketahui. Usaha tentara Belanda untuk sampai di gua itu kandas di tengah jalan karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=13&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" align="justify">Pada tahun 1910, Belanda yang dipimpin langsung oleh Letnan Hoogers melakukan penyerbuan secara besar-besaran terhadap gua di Gunung Mancang yang disinyalir markas para pejuang Aceh. Pasukan Belanda ketika itu mengalami kesulitan melacak keberadaan gua ini. Hingga suatu saat, keberadaan gua tersebut diketahui. Usaha tentara Belanda untuk sampai di gua itu kandas di tengah jalan karena ketika sedang mendaki gunung, beratus-ratus batu digulingkan sehingga banyak tentara Belanda yang tewas. Akhirnya Belanda mendapat akal untuk mengalirkan 1200 kaleng minyak tanah ke arah gua lalu dibakar. Banyak jatuh korban karena penyerangan ini. Seorang wanita yang menjadi panglima dalam pertempuran itu ikut tertembak dibagian kakinya. <span> </span>Dan diapun tertangkap.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span id="more-13"></span>Wanita itu tak lain adalah Pocut Baren. Pocut Baren adalah seorang <i>Uleebalang</i> di Tungkob. Ia bukanlah wanita pertama yang memerintah di aceh; sebelumnya –berabad-abad yang lalu- telah ada ratu-ratu<sup>1</sup> yang mengendalikan pemerintahan, tak kalah hebatnya dengan pria dan Pocut Baren merupakan pengganti pria.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Lahir pada tahun 1800, merupakan puteri dari Teuku Cut Amat; keluarganya sudah sekian lama turun temurun menjadi Uleebalang di Tungkob. Bila melihat sekarang banyaknya kendaraan yang memudahkan untuk datang kemana saja, tentu Tungkob bukanlah daerah yang jauh. Tapi bila melihat tungkop lima puluh tahun silam, Tungkob itu benar-benar jauh dipedalaman, di daerah Woila Hulu. Ia merupakan sebagian federasi Kawai XII yang kedalamnya termasuk juga Pameue, Geumpang, Tangse, Anoe dan Ara dan dari nama-nama itu orang segera dapat mengetahui bahwa tempat tersebut terletak di pusat pegunungan.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Bersuamikan seorang <i>Keujruen</i> yang kemudian menjadi Uleebalang Gume, Kabupaten Aceh Barat. Yang kemudian tewas dalam peperangan melewan Belanda. Peperangan yang dia ikut juga didalamnya. Namun kematian suaminya tidak menyurutkan semangatnya untuk terus melanjutkan berjuang.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Di gambarkan oleh H.C. Zentgraaff, Pocut Baren selalu diiringi oleh semacam pengawal, terdiri dari lebih kurang tiga puluh orang pria. Kemana-mana ia selalu memakai <i>peudeueng tajam</i> (pedang tajam), sejenis kelewang bengkok, mungkin sejenis pedang Turki yang sangat terkenal di pantai Barat.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Pocut Baren telah berjuang dalam waktu yang cukup lama. Sejak muda ia terjun ke kancah pertempuran. Pocut Baren juga ikut berjuang bersama-sama dengan Cut Nyak Dhien. Perjuangan dan perlawanan Pocut Baren yang gagah berani dilukiskan sendiri oleh penulis Belanda bernama Doup. Pocut Baren telah melakukan perlawanan terhadap Belanda sejak tahun 1903 hingga tahun 1910. Cut Nyak Dhien pernah tertangkap oleh pasukan Belanda pada tanggal 4 November 1905. Artinya, Pocut Baren pernah memimpin sendirian pasukannya melawan Belanda, meskipun Cut Nyak Dhien masih aktif berjuang secara sendirian. Dengan demikian, pada masa itu di wilayah Aceh terdapat dua wanita pejuang yang memimpin pasukannya melawan Belanda, yaitu Cut Nyak Dhien dan Pocut Baren.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Setelah penangkapannya oleh Belanda, dia dipindahlan ke kutaraja. Kakinya yang tertembak karena tidak menerima perawatan yang cukup lalu membusuk dan harus diamputasi. Setelah Pocut Baren dinyatakan sembuh dari sakitnya dan diyakini oleh Belanda tidak akan melakukan perlawanan lagi, maka ia dikembalikan ke kampung halamannya di Tungkop sebagai seorang uleebalang.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Namun demikian perlawanan Pocut tidaklah berhenti sampai disitu saja. Walau ia tidak dapat berperang langsung namun jiwa panglimanya terus berkobar. Dia terus menyemangati para anak buahnya. Melalui syair dan <a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/26/pantun-pocut-baren/" title="Pantun Pocut Baren" target="_blank">pantun</a> dia menyemangati para pengikutnya agar tetap bersemangat melakukan perlawanan terhadap kaphe Belanda. Pantun-pantunya yang popular dan mengesankan itu masih belum dilupakan orang.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Untuk kelancaran perjuangannya, Pocutpun memikirkan agar tersedianya logistik yang cukup. Maka Pocut menggerakkan rakyatnya untuk menghidupkan kembali lahan-lahan yang telah lama terbengkalai. Lahan sawah kembali digarap. Lahan perkebunan ditanami buah-buahan, sayur-sayuran, kelapa, pala, kakau, cengkeh, nilam, mangga, pisang, jagung, dan tanaman lainnya. Dan mulai membangun saluran irigasi yang dialirkan dari sungai-sungai besar ke sawah-sawah penduduk. Hasil nya tidak main-main. Saat panen tiba daerah Tungkop mengalami surplus pertanian, sehingga sebagian hasilnya dapat dikirimkan ke daerah-daerah lain.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Itulah semangat Uleebalang Wanita Aceh ini. Kecacatannya tidak menjadikan dia berputus asa dan kehilangan semangat untuk terus berjuang hingga akhir hayatnya. Pocut Baren meninggal di tahun 1933<sup>2</sup>. Dalam masyarakatnya nama wanita ini meninggalkan kenangan sebagai seorang wanita di pantai Barat yang paling cakap dan penuh vitalitas dari semua wanita yang ada di daerah itu.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Ket :</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;" align="justify">1. Ratu      –ratu dimaksud adalah :<br />
<span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span><!--[endif]-->Tajul Alam Safiatuddin (1641 – 1675 M)<br />
<span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span><!--[endif]-->Nurul Alam Naqiatuddin (1675 – 1678 M)<span><br />
-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span><!--[endif]-->Inayatsyah (1678 – 1688 M)<br />
<span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span><!--[endif]-->Kamalatsyah (1688 – 1699 M)</p>
<div align="justify"></div>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;" align="justify">2. Menurut      laporan politik Gubernur Aceh O.M Goedhart selama pertengahan pertama      tahun 1928, Pocut Baren meninggal tanggal 12 maret 1928. Zentgraff<span>  </span>keliru mencatat tahun 1933</p>
<div align="justify">
<blockquote>
<blockquote><address>*Uleebalang : Tokoh Adat</address>
<address>*Keujreun : Pejabat Daerah</address>
</blockquote>
</blockquote>
</div>
<p class="MsoNormal" align="justify">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pusaka2aceh.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pusaka2aceh.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pusaka2aceh.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pusaka2aceh.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pusaka2aceh.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pusaka2aceh.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pusaka2aceh.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pusaka2aceh.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pusaka2aceh.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pusaka2aceh.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pusaka2aceh.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pusaka2aceh.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pusaka2aceh.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pusaka2aceh.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pusaka2aceh.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pusaka2aceh.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pusaka2aceh.wordpress.com&amp;blog=2622195&amp;post=13&amp;subd=pusaka2aceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/28/pocut-baren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/560ece3227207bcf5417056bc1f349ba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pusaka2aceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
